Rabu, 11 Juni 2014

Kepingan Skenario Tuhan

Akhir-akhir ini saya sibuk tertatih mengejar materi SBMPTN yang banyak tidak saya pahami. Mungkin, karena saya sudah lupa dengan pelajaran-pelajaran itu atau memang sebagian dari bab tersebut ada yang tidak saya terima pada saat bersekolah di SMK atau saya sengaja tidur ketika Bapak Ibu Guru menjelaskan materi itu.


Kalau sudah menemui titik jenuh karena tidak bisa memecahkan soal matematika tentang fungsi kuadrat, limit, trigonometri, fungsi komponen, invers, dan banyak bab lainnya, saya jadi kesal. Dan penyesalan pun datang menepuk dinding hati saya. Seringkali dia hampir membuat saya mengumpat--dalam hati.

Iya, terkadang saya menyesal karena dulu memilih bersekolah di SMK.

Kalau sedang sebel, saya membatin begini, "Nyapo yoan sekolah telong taun neng SMK lak ape kuliah dadi susah ngene?" (Kenapa sekolah tiga tahun di SMK kalau mau kuliah saja jadi susah gini?)

Bukan, bukan karena SMK itu tidak maju, jelek akreditasinya atau tidak terkenal atau apalah, tapi karena saya yang memang salah memilih. Sudah tahu kalau lulusan SMK itu orientasinya adalah siap kerja, sementara kalau mau lanjut kuliah, ya seharusnya di SMA. Tapi dulu saya malah daftar di SMK. Jadi, siapa yang salah? Saya, kan? Tidak perlu dijawab, saya sudah tahu apa jawaban kamu. :"

Huuuuuuh.

Memang yang namanya penyesalan itu di akhir. Kalau di awal, namanya pendaftaran--begitu yang sering saya dengar. Dari pengalaman itu, saya jadi tahu kalau "hari esok" itu bukan main-main. Yang namanya menyesal itu sakit *SAKITNYA ITU DISINI - megang hidung*

Tapi buat apa saya sibuk menyesal, toh itu semua sudah terjadi. Nasi sudah terlanjur basi. Kalaupun setahun, dua tahun saya tetap menyiksa diri dengan sibuk meratap masa lalu, itu tidak akan mengubah apa-apa yang sudah terjadi.

Lagian kalau bukan karena sekolah di SMK, saya tidak akan jadi seperti ini. Siapa sangka saya yang dulu sewaktu SMP hanya jadi murid biasa-biasa yang setelah jam pelajaran selesai langsung cusss pulang, setelah saya sekolah di SMK saya bisa pulang sore bahkan hampir magrib atau baru pulang jika sudah diopyak-opyak Pak Satpam. Duh, saya jadi rindu masa-masa itu :'(

Aneh rasanya. Saya bisa merasa rindu dan menyesal pada waktu yang sama.

Oh ya, di tengah kesibukan mengejar materi SBMPTN, saya terkadang menyempatkan datang ke sekolah. Alih-alih mau cari Surat Keterangan Lulus tapi sebenarnya saya mau mengobati rasa rindu jadi pasukan putih abu-abu lagi. Hehe.

Saya rindu jadi pendengar pasif ketika Bapak Ibu Guru jadi speaker aktif. Saya rindu sengaja tidur ketika sudah kenyang dijejali rumus-rumus matematika. Saya rindu makan diam-diam ketika lapar di tengah jam pelajaran. Saya rindu nelat masuk kelas dengan nongkrong di kantin atau mushola. Iya, saya rindu semuanya. Semua tentang masa putih abu-abu.

Ketika membayangkan rangkaian peristiwa yang saya alami di SMK dulu, perlahan rasa penyesalan dan rasa iri melihat teman-teman yang sudah berhasil lebih dulu, akhirnya terkikis. Lamat-lamat saya sadar bahwa dalam keping peristiwa sekecil apapun, disana tetap ada campur tangan Tuhan. Dan saya percaya bahwa rencana Tuhan pada akhirnya akan berakhir bahagia. Bahwa kesedihan dan kekecewaan saya akan segera diobati dengan cara yang paling membahagiakan.

"Kita tidak diciptakan dari cetakan kue dan menjadi sama dengan orang lain bukanlah sebuah kesalahan. Skenario hidup manusia berbeda-beda satu sama lainnya dan kita tak perlu cemburu ingin memerankan skenario hidup orang lain. Jika kita tahu bagaimana skenario Tuhan untuk kita, dan apa yang akan terjadi jika kita memainkan peran hidup kita sebaik mungkin, kita akan terkagum-kagum dengan kisah kita sendiri dan tak akan rela menukarnya dengan milik siapapun saja." - Fahd Djibran

Trimakasih ya untuk @DenniHBDM yang (secara tidak sengaja) sudah memberikan poster berisi quote keren ini. Quote ini adalah salah satu penguat ketika saya mulai sibuk mengeluh dan bermain-main dengan kata "Seharusnya...".

Yang terakhir, saya mohon doa, ya. Semoga saya segera berjodoh dengan universitas negeri yang mau menampung saya menjadi salah satu mahasiswanya. Semangat, guys! \o/

18 komentar:

  1. Semangat! Kejar cita-citamu!

    BalasHapus
  2. jadi intinya kalau menyesal tinggal bilang "sakitnya tuh disini" *sambil megang hidung
    salah tangkap inti -.-

    BalasHapus
  3. aku kuliah jurusan informatika, dan malah nyesal dulu knapa gak sekolah di SMK -_-

    tapi katanya gak ada sesuatu yg terjadi tanpa alasan. jangan menyesal. tetap semangat buat menghadapi SBMPTN nya, semoga diterima disisi kampus tercinta ya lilis, amin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tidak ada yang perlu disesali ^^
      aamiin :)

      Hapus
  4. Maju terus pantang mundur....semangat mbak Lilis..aku doain bisa masuk univ impian :)

    BalasHapus
  5. Ya manusia engga pernah merasa puas ama apa yang udah di dapetin mbak

    BalasHapus
  6. ahhh. ini bener-bener bikin gua kangen masa SMA lagi.
    dan qoute itu bener-bener jleb. karna gua sering iri sama kehidupan orang lain

    BalasHapus
  7. quotes nya bagusssssssssssssssss... ah, jadi rindu masa SMA dulu... ketauan makan dikelas, berisik saat jam pelajran kosong... akkkk rindu..

    Btw, kamu dapet liebster award dari aku nih lilis.. check ya.. http://rahmanucup.blogspot.com/2014/06/saatnya-ucup-membuka-aib.html selamat... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe selamat menikmati rindu bang ucup :D
      makasih :D

      Hapus
  8. Semangat berjuang nak muda, perjuanganmu masih panjang :')

    BalasHapus

Komentar adalah caraku untuk mengendus jejakmu *halah*. Hayo, komentar biar gue bisa ngendus jejakmu! Haha :D